Rabu, 09 Januari 2013

MATERI SEJARAH KELAS X SEMESTER 2

S.K.2. MENGANALISIS PERADABAN INDONESIA DAN DUNIA
           K.D.2.1. Menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia
Materi Pembelajaran:
A. Perkembangan Biologis manusia Indonesia
Indikator :
1. Mendiskripsikan berbagai fosil manusia Purba Indonesia
2. Mendiskripsikan perkembangan biologis manusia Purba di Indonesia
3. Menyususun secara kronologir perkembangan biologis manusia Indonesia
1. Berbagai fosil manusia Purba di Indonesia
a. pengertian fosil : fosil adalah tulang-belulang manusia atau hewan dan sisa tumbuhan yang telah membatu
b. berbagai fosil manusia Purba di Indonesia :
 - Megantropus Palaeojavanicus
 - Pithecantropus mojokertensis
 - Pithecantrupus robustus
 - Pithecantropus erectus
 - Homo Soloensis
 - Homo Wajakkensis
 - Homo Sapiens
 c. Sejarah perkembangan bumi berdasarkan ilmu geologi:
 - Arkaekum, adalah zaman yang paling tua dan diperkirakan berumur 2.500 juta tahun yang lalu, kulit bumi
   masih membara, belum ada tanda-tanda kehidupan
 - Palaeozoikum, diperkirakan berumur 340 juta tahun yang lalu, telah muncul tanda-tanda kehidupan, yaitu
    nenek moyang makhluk hidup bersel satu (reptil) atau binatang melata
 - Mesozoikum, diperkirakan berumur 150 juta tahun yang lalu, bentuk kehidupan sudah makin beragam,
    reptil semakin banyak jenisnya
 - Neozoikum, 60 juta tahun yang lalu, kehidupan sudah sangat berkembang dan beragam. zaman ini dibagi 2
   yaitu: Era Tersier dan era Kuarter.
   Era Tersier, binatang menyusui seperti berbagai jenis monyet.
   Era kuarter, dibagi 2 yaitu : Kala Pleistosen dan Holosen.
   Kala Plestosen atau Diluvium berlangsung 600.000 tahun yang lalu, zaman ini sering disebut zaman es(za
   man Glasial) yang ditandai dengan mencairnya Es, karena terjadi perubahan iklim global terus-menerus
   Kala Holosen atau zaman Aluvium, berlangsung sejak 20.000 tahun yang lalu, pada zaman ini muncul spe    sies Homo Sapiens, diantaranya adalah Homo Wajakkensis.
2. perkembangan biologis manusia Purba di Indonesia
- Megantropus Palaeo Javanicus di temukan di Sragen (Jateng), bentuk fisik yang besar, badan tegap, tidak berdagu dan mempunyai rahang yang kuat
- Pitecantropus mojokertensis ditemukan di Mojokerto, bentuk fisik kanak-kanak
- Pitecantropus Erectus atau manusia kera yang sudah berjalan tegak, ditemukan di desa Trinil, fisik lebih besar dan kuat sehingga dinamakan Pitecantropus Robustus
- Homo Soloensis, ditmukan di desa Ngandong lembah Bengawan Solo, lebih tinggi tingkatannya dari pada Pitecantropus (termasuk jenis manusia purba Homo Sapiens)
- Homo Wajakkensis ditemukan di desa Wajak, Tulungagung, adalah termasuk jenis manusia
   Purba   jenis Homo Sapiens pertama di Asia.

3. Tabel Kronologis perkembangan biologis manusia Indonesia ( Lihat buku sejarah Esis)
            
B. PERIODESASI PERKEMBANGAN BUDAYA PADA MASYARAKAT AWAL INDONESIA
     Indikator :
- membuat bagan perkembangan budaya di Indonesia secara kronologis
1. Zaman Pleistosen (kebudayaan Pacitan dan Ngandong)
2. zaman Holosen (Megalithikum, Mesolithikum, dan Neolitikhum dan  Perunggu)

C. PETA PENEMUAN MANUSIA PURBA DAN HASIL BUDAYANYA DI INDONESIA
     Indikator :
- merekontruksi penemuan manusia Purba Indonesia di atas Peta

D. CIRI-CIRI SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI, DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT PADA 
     MASA BERBURU (Food Gathering) dan MASYARAKAT PERTANIAN (Food Producing)
Indikator :
- Mengidentifikasi ciri-ciri sosial, Budaya, ekonomi, dan  kepercayaan masyarakat pada masa berburu, 
  (Food Gathering) dan masyarakat pertanian (Food Producing), peralatan masih sangat sederhana dan
    sedikit jumlahnya.
1. Sosial Budaya dan Ekonomi
 -Tahap berburu dan meramu (Palaeilitik)
   Aktivitas ini telah ada semenjak manusia muncul di permukaan bumi, mereka tinggal mengambil makanan
   secara langsung dari alam dengan cara mengumpulkan makanan (food gathering) dan hidup
   berkelompok  dan berpindah-pindah
- Berburu tingkat lanjut ( Epi-Paleolitik)
   kelompok manusia  sudah mulai menetap di gua-gua atau dirumah panggung, atau menetap di suatu
   tempat karena itulah mereka mulai menciptakan peralatan untuk rumah tangga dan berburu, namun
   mereka masih nomaden (semi sedenter)
- Periode Bercocok Tanam ( Farming Period)
  ditandai dengan tradisi neolitikum, penggunaan alat yang sudah dihaluskan dengan bentuk yang semakin
  baik dadalam jumlah yang banyak. Hal ini disebabkan karena mereka sudah hidup menetap dan tinggal di
  desa-desa, menetapnya pendduduk di suatu tempat menyebabkan perubahan pola hidup dari food
  gathering menjadi food producing.
2. sistem kepercayaan
    Masyarakat awal Indonesia diperkirakan sudah memiliki religi tau agama, menurut mereka agama merupakan keyakinan kepada sejumlah kekuatan yang ada di luar atau lebih tinggi dari manusia. kekuatan-kekuatan dimaksud bisa berupa roh nenek moyang, makhluk halus yang menghuni gunung, batu besar, pohon, binatang, atau makhluk yang tidak berwujudyang mengusai suatu daerah.
Kepercayaan terhadap makhluk-makhluk halus tersebut dikenal dengan nama Animisme, yang berbeda dengan Dinamisme yaitu suatu kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan luar biasa dan keajaiban.
Kegiatan religi pada prakteknya memerlukan suatu alat yang dianggap suci dalam bentuk simbol yang didiyakini memiliki kekuatan gaib dan dapat mempersatukan mereka yang disebut Totem (lambang kelompok ).
Selain fenomena alam, religi dapat muncul dari adanya magic, contohnya magic yang muncul pada saat dukun melakukan pengobatan terhadap warganya yang sakit.
jadi kesimpulannya, timbulnya  religi dalam kehidupan masyarakat primitif, merupakan suatu penyelarasan hubungan antara manusia dengan alam dan sebagai pengawas tingkah laku manusia dalam bentuk norma dan nilai, karena setiap bentuk pelanggaran akan mendatangkan bencana bagi kehifupan manusia, dengan demikian manusia akan dan harus menjaga keselarasan hidup dengan alam.

   

   


4 komentar: